Saturday, 19 October 2013

Learning Excel 2 (Part 4)

DASAR-DASAR EXCEL 2010
(Bagian 4)

PENEMPATAN PPN DALAM PENJUALAN

Oleh: P. Dedy. S


Dalam aturan jual beli, pemerintah tidak mau dirugikan oleh para distributor dan para penjual. Pemerintah memasang Undang-Undang Perpajakan agar memberi keuntungan juga kepada pihak pemerintah, walau terkadang undang-undang yang diberlakukan cukup menjerat bagi para pedagang yang menjual dengan tarif rendah. Undang-Undang perpajakan itu berinitial PPn.
Pemerintah menetapkan besar nilai PPn adalah 10% dari penjualan barang. Agar penjual tidak merasa rugi, maka besarnya nilai PPn dibebankan oleh penjual kepada customer. Bahkan ada beberapa penjual mengeruk keuntungan yang sangat besar dengan hadirnya PPn ini karena semuanya dibebankan kepada pihak customer, sedangkan penjual sendiri tidak peduli dengan PPn yang sebenarnya tanggungan mereka. Bagi mereka, yang penting itu keuntungan besar. Maka tidaklah mengherankan apabila di restaurant, kedai dan tempat kuliner yang lain menempatkan besar nilai PPn ke dalam setiap item atau hidangan. Bahkan ada yang menambahkannya lagi ke dalam nilai jumlah total pembayaran. Hal ini sudah melebihi tingkat kewajaran.
Berikut merupakan cara bagaimana menambahkan besar nilai PPn ke dalam daftar penjualan. Di sini disajikan 2 metode untuk menentukan peletakan PPn tersebut.

Metode 1: PPn dalam daftar item


Pada daftar item di tabel atas PPn ditempatkan pada setiap penjualan item, agar distributor ataupun penjual mendapatkan keuntungan yang besar berdasarkan kuantiti barang. Pada perhitungan jumlah include PPn, besarnya nilai PPn dimasukkan ke dalam formula. Maka apabila terjadi kenaikan pada besar nilai PPn, pihak accounting wajib merubah isi formula terutama besarnya nilai PPn.


a. Formula dalam jumlah include PPn 10%

Adapun rumus yang digunakan dalam menentukan besar nilai PPn sebagai berikut:

=(QTY x Harga) + ((QTY x Harga) x 10%)

Jika dikodekan ke dalam Excel menjadi:

=(C4*D4)+((C4*D4)*10%)

Dalam formula di atas terdapat tanda kurung di dalam tanda kurung. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan komputer dalam melakukan perhitungan. Komputer harus menghitung terlebih dahulu data yang ada di dalam tanda kurung sebelum melakukan perhitungan yang lain.


b. Formula dalam jumlah akhir

Untuk mendapatkan besar nilai jumlah akhir sebagai berikut:

=SUM(Jumlah seluruh data jumlah include)

Jika dikodekan dalam Excel menjadi:

=SUM(E4:E8)


c. Formula dalam 10% Disc

Agar dapat melakukan perhitungan dengan menggunakan 10% Disc diperlukan kode tersendiri (lihat Dasar-Dasar Excel 2010 Bagian 3), tujuannya agar kenaikan yang terjadi pada diskon dapat dihitung secara langsung tanpa melakukan perubahan formula.
Sedangkan untuk mendapatkan besar nilai diskon sendiri, berikut caranya:

=Jumlah akhir x besar diskon

Apabila dikodekan ke dalam Excel menjadi:

=D10*B11


d. Formula dalam Total bayar

Dalam total bayar, distributor dan penjual masih menggunakan metode klasifikasi yaitu: apabila customer melakukan transaksi lebih dari 1 juta, maka pihak distributor maupun penjual akan memberikan diskon sebesar 10%. Sedangkan apabila transaksi kurang dari 1 juta, maka diskon tidak diberikan oleh pihak distributor maupun penjual.

Untuk mendapatkan besar nilai total bayar digunakan formula sebagai berikut:

=IF(Jumlah akhir >1000000;Jumlah akhir - diskon;Jumlah akhir - 0)

Apabila dikodekan dengan Excel menjadi:

=IF(D10>1000000;D10-D11;D10-0)



Metode 2: Besar nilai PPn diletakkan pada jumlah akhir

Pada metode ini, pihak distributor dan penjual tidak mengambil keuntungan sebesar-besarnya dengan memanfaatkan PPn. Besar PPn yang dibebankan kepada customer hanya bersifat membantu distributor maupun penjual dalam melakukan pembayaran kepada pemerintah, agar tidak mengurangi income mereka berdasarkan penjualan. Karena itu besar nominal PPn diletakkan pada perhitungan Jumlah akhir sebelum total bayar.




a. Formula dalam jumlah barang

Untuk mendapatkan besar nilai Jumlah barang sebagai berikut:

=QTY x Harga             apabila dikodekan ke dalam Excel menjadi  =C4*D4



b. Formula dalam jumlah akhir include PPn 10%


Untuk mendapatkan besar nilai jumlah akhir include PPn digunakan kode sebagai berikut:

=SUM(Jumlah barang) + (SUM(Jumlah barang) x 10%)

Apabila dikodekan dalam Excel menjadi:

=SUM(E4:E8)+(SUM(E4:E8)*10%)


c. Formula dalam diskon

Untuk mendapatkan besar nilai diskon sama seperti metode 1 pada artikel ini juga


d. Formula dalam Total bayar

Dalam metode 2 ini pihak distributor dan penjual masih menggunakan cara klasifikasi. Maka untuk memperoleh formulanya dapat dilihat pada metode 1 pada artikel ini juga.



SELAMAT MENCOBA

JANGAN KEMANA-MANA TETAP DI ANCILLA DOMINI STUDIO 
SEGALA KEINGINTAHUAN ANDA DAPAT DITEMUI

Jangan lupa berikan rate dan komentar


Friday, 18 October 2013

Learning Excel 2 (Part 3)

DASAR-DASAR EXCEL 2010
(Bagian 3)

PENEMPATAN DISKON DALAM PEMBUKUAN


Dalam urusan jual beli barang terkadang perlu bagi penjual atau distributor memberikan diskon kepada customer sebagai daya tarik atau pemikat antara penjual, distributor dan customer. Ada beberapa jenis penempatan diskon dan klasifikasinya.

Berikut merupakan contoh cara penempatan diskon dalam pembukuan maupun dalam DO (Daily Order).

Metode 1: Diskon diberikan secara langsung tanpa klasifikasi
 


Pada tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah untuk tiap kuantiti (QTY) tidak mengalami perhitungan masing-masing, melainkan dimasukkan dalam jumlah akhir sebelum pemberian diskon. 
Maka untuk mendapatkan besar nilai pada jumlah akhir digunakan rumus SUMPRODUCT.
Secara default SUMPRODUCT mempunyai rumus sebagai berikut:

=SUMPRODUCT(Data QTY;Data Harga)

Artinya: penjumlahan akhir ditentukan oleh banyaknya QTY barang berdasarkan harga tiap barang.
Maka, apabila dikodekan dalam Excel menjadi:

=SUMPRODUCT(C4:C8;D4:D8)

Dalam perhitungan diskon juga demikian, tidak dibuat lebih dulu besar diskon yang ditentukan namun perhitungan diskon langsung dibuat dalam akhir pembayaran yang dilakukan oleh penjual dan distributor kepada customer.

Secara nominal besarnya diskon tidak tertera, namun besar nilai diskon yang diberikan akan terhitung secara otomatis tanpa terjadi perubahan pada formula. 

Agar besar diskon (10%) langsung dapat dihitung dalam formula, maka digunakan kode sebagai berikut:

  • Klik kanan pada cell yang berisi besar diskon -> Format Cells
  • Pada kotak dialog Format Cells pilih Tab Number -> Custom
  • Hapus tulisan General dan ganti dengan kode berikut:  #% [spasi] " Disc "
  • Klik Ok
Dengan kode di atas, akhirnya setiap kali nilai besar diskon mengalami pergantian, maka besar nominal pada tagihan atau pembayaran dapat melakukan perhitungan secara langsung.

Untuk mendapatkan nilai nominal setelah diskon digunakan rumus sebagai berikut:

=Jumlah - (Jumlah x besar diskon)

 

Apabila dikodekan pada Excel menjadi:

=D10-(D10*B11)


Metode 2: Diskon diberikan dengan penggunaan klasifikasi


Pada tabel di atas ini menunjukkan bahwa pembayaran tidak mengalami perubahan setelah diskon, karena dari pihak distributor maupun penjual menggunakan sistem klasifikasi dengan berdasar pada besar nominal jumlah akhir.

Untuk mendapatkan besar nilai pembayaran setelah diskon digunakan formula IF sebagai pembentukan logika klasifikasi.
Secara default rumus pada formula IF sebagai berikut:

=IF(Logika;Nilai jika benar;Nilai jika salah)

Dalam penggunaan formula IF terdapat perbedaan karakteristik antara penggunaan angka dan abjad. Hanya di dalam abjad, maka baik LOGIKA maupun nilai TRUE (Nilai jika benar) dan FAlSE (Nilai jika salah) harus di dalam tanda kutip(" ") contoh: "Baik". Sedangkan dalam penggunaan angka tidak perlu digunakan tanda kutip.

Pada metode 2 ini, pihak distributor maupun penjual menggunakan klasifikasi pada pemberian diskon dengan logika sebagai berikut: apabila besar jumlah yang dilakukan dalam transaksi kurang dari  1 juta, maka pihak distributor maupun penjual sama sekali tidak memberikan diskon. Diskon hanya diberikan kepada customer yang dalam transaksi memiliki nilai jumlah melebihi 1 juta.

Maka rumus formula yang digunakan dalam pembayaran setelah diskon sebagai berikut:

=IF(Jumlah>1000000;Jumlah - (Jumlah x besar diskon);Jumlah - 0)


Perhatikan jalan logika yang diberikan di bawah ini:




Apabila formula di atas dikodekan dalam Excel menjadi:

=IF(D10>1000000;D10-(D10*B11);D10-0)



Selamat Mencoba

Jangan kemana-mana tetap di ANCILLA DOMINI STUDIO sumber kekayaan ilmu anda
Jangan lupa berikan rating dan komentar anda


Monday, 14 October 2013

Tips dan Trik 3

Error Deleting File or Folder
Cannot Remove Folder Word.en-us. The Directory is not Empty

Oleh: P. Dedy. S


Data yang terlalu banyak dan menumpuk dalam hard disk, sering kali membuat jengkel karena ruang hard disk menjadi penuh. Kejengkelan akan bertambah apabila ada data atau folder yang tidak dapat dihapus maupun dipindahkan "Access is denied" atau keluar pop-up yang mengatakan "Error deleting File or Folder, cannot remove folder word.en-us. The directory is not empty" atau "Cannot delete xxx: It is being used by another person or program." Akhirnya ada kecenderungan melakukan reformat. Sekarang hal itu tidak perlu ditakutkan lagi.

Dalam artikel ini dibahas tentang bagaimana cara menghapus dan mengatasi masalah seperti di atas. Waktu yang diperlukan untuk mengatasinya hanya sekitar 1-20 menit saja. Tidak perlu harus ke tempat service. Caranya sangat mudah sekali. 

Pada umumnya file atau folder yang tidak dapat dihapus atau dipindahkan itu sedang berjalan atau berproses atau sedang dalam penggunaan, maka harus ditutup lebih dahulu. Setelah ditutup maka secara otomatis, file dalam folder tersebut akan dapat dihapus maupun dipindahkan. Namun apabila tidak menemukan adanya penggunaan file atau folder tersebut dengan aplikasi lain, maka cara berikut ini sebagai solusinya.

Berikut cara mengatasinya:

Metode 1
  1. Lakukan double klik di my computer (Win XP) atau computer (Win vista, 7 dan 8)
  2. Klik kanan pada partisi yang terdapat folder atau file yang mengalami error atau denied-> pilih properties
  3. Pilih Tools -> pilih error - checking atau Fix - repair
  4. Tandai Automatically fix file system errors
  5. Klik Start -> tunggu proses sampai selesai (done)
  6. Jika ada permintaan restart, silahkan restart
  7. Pada waktu restart akan muncul "system checking" mohon jangan lakukan skip. Biarkan proses repairing berjalan sampai menunjukkan laporan (hanya beberapa detik). Lalu komputer akan restart ulang dan masuk windows dengan sempurna.
  8. Silahkan periksa apakah data yang akan dihapus sudah dapat dihapus?..


Jika problem masih terjadi silahkan tempuh metode berikut ini:


Metode 2

  1. Download aplikasi IOBIT UNLOCKER v 1.1 yang dapat diperoleh di http://ancilladoministudio.blogspot.com/p/blog-page_2969.html pada bagian Driver dan Utility
  2. Instal aplikasi
  3. Jalankan aplikasi
  4. Tambahkan nama folder berisi file yang tidak dapat dihapus atau dipindahkan
  5. Klik pada option atau pilihan action (unlocked - copy;unlocked - delete;unlocked - rename;unlocked - move).
  6. Jika keterangan yang diberikan mengatakan success, maka data tersebut sudah mengalami fix.


Namun apabila cara di atas tidak berhasil atau failed, maka gunakan cara berikut ini:


Metode 3

  1. Download aplikasi UNLOCKER V1.9.2 yang dapat diperoleh di http://ancilladoministudio.blogspot.com/p/blog-page_2969.html pada bagian driver dan utility
  2. Instal aplikasi
  3. Jalankan aplikasi
  4. Tambahkan nama folder berisi file yang tidak dapat dihapus atau dipindahkan dengan cara klik kanan pada file atau folder yang denied.
  5. Klik Ok
  6. Biarkan aplikasi bekerja dalam beberapa beberapa menit.
  7. Setelah laporan muncul dengan successfully, berarti data siap dihapus atau dipindahkan manual.

Selamat Mencoba.... 
jangan lupa berikan rating dan comment


English Language

Too much data and accumulate in hard disks, often irritating because hard disk space to be filled. Aggravation will increase if there is data or folder can not be deleted or moved "Access is denied" or exit pop-up that says "Error deleting file or folder, can not remove folder word.en-us. The directory is not empty" or "Can not delete xxx: It is being used by another person or program. "Finally there is a tendency reformat. Now it's nothing to be afraid anymore.

Discussed in this article on how to remove and fix the problem as above. The time required to handle only about 1-20 minutes. Does not necessarily have to take it into service. It is very easy.

In general, the file or folder that can not be deleted or moved or proceeding that is running or is in use, it must be closed first. After closing it automatically, the files in the folder will be removed or relocated. But if it does not find any file or folder use with other applications, then the following method as a solution.

Here's how to fix it:

Method 1
  1. Do a double click on my computer (Win XP) or Computer (Win vista, 7 and 8)
  2. Right click on a Hard disk partition on the folder or file that have errors or denied-> select properties.
  3. Select Tools -> select error - checking or Fix - repair
  4. Mark the Automatically fix file system errors
  5. Click Start -> wait until the process is finished (done)
  6. If there is a request to restart, please restart
  7. At the time of restart will appear "checking system" please do not do skip. Let the repairing process runs until the show report (only a few seconds). Then the computer will restart and get into windows perfectly. 
  8. Please check whether the data has to be deleted can be deleted? ..

 If the problem persists please following this methods:

Method 2

  1. Download IObit Unlocker v 1.1 application which can be obtained at http://ancilladoministudio.blogspot.com/p/blog-page_2969.html at the Driver and Utility
  2. Install the application
  3. Run the application
  4. Add the name of the folder containing the file can not be deleted or moved
  5. Click on the option or choice of action button (unlocked - copy; Unlocked - delete; Unlocked - rename; Unlocked - move).
  6. If the information given says success, then the data is already experiencing fix.

 However, if the above is not successful or failed, then use the following ways:

Method 3

  1. Download Unlocker V1.9.2 application that can be obtained in http://ancilladoministudio.blogspot.com/p/blog-page_2969.html on the part of drivers and utilities
  2. Install the application
  3. Run the application
  4. Add the name of the folder containing the file can not be deleted or removed by right clicking on the file or folder is denied.
  5. Click the Ok
  6. Let the application works in a few minutes.
  7. After the report appeared with successfully, meaning the data is readily removed or moved manually.


Good luck ....
Do not forget to rate and comment, please....
 

Sunday, 13 October 2013

Troubleshooting (Part 1)

 Blue Screen Of Dead: Machine_Check_Exception_Error
For OS (Windows and Linux)

(Analysa bagian 1)

Oleh: P. Dedy. S


Menghadapi komputer dan laptop yang mengalami blue screen Machine_check_exception_error memang gak gampang... mencari solusi di  google dan microsoft sendiri semuanya mengambang dan tidak ada solusinya, apalagi melihat para blogger... isinya sama semua hanya copy paste dari microsoft dan google.. sangat tidak creative... pembajak... tidak bisa diteladani dan dijadikan solusi. Maka tidak ada cara lain selain mengatasi sendiri dengan menguras tenaga untuk melakukan sebuah analysa. Sudah seminggu ini saya mencoba analysa penyebabnya dan baru kemungkinan yang bisa ditemukan yaitu:

1. Overload pada power supply internal dan external termasuk batteray.
Jika benar ini terjadi, maka sudah saatnya harus ganti power supply (external dan internal) dan ganti batteray.

2. Overheating pada CPU.
Jika ini yang terjadi, maka harus mengganti headsink atau Fan atau membersihkan Fan dari debu atau mengoleskan thermal greese pada processor, headsink dan sebagian tempat lain. Karena fungsinya sebagai cooler.

3. Discommunicating antara processor dan motherboard ketika ada process tertentu.
Jika ini pemicunya, processor harus ganti atau harus ada troubleshooting di sekitar motherboard, biasanya dalam dunia elektronika banyak disebabkan oleh sebuah elco (Electrolite Condensator) yang tidak mampu bekerja sebagai filter dan feedback, mungkin sudah melembung elco-nya atau mengalami kebocoran. Karena proses common base dan common collector tak berfungsi normal.

4. Dump memory yang begitu besar, hal ini dipicu oleh proses cache pada memory baik itu VRAM maupun RAM.
Jika ini pemicunya, maka ada RAM yang harus diganti. Jika ada double RAM, maka perlu test satu per satu. Karena dengan aplikasi "bootable memory test" tidak dapat mendeteksi secara sempurna.

5. Processor mengalami Overlocking berlebihan
Jika ini pemicu, mau tidak mau tapi harus mengganti processor. Kalau pc desktop ok ok saja, kalau laptop dan netbook tidak mungkin bisa diganti karena onboard. Jadi, bagi pengguna laptop terpaksa menguras kantong untuk membeli laptop baru. Karena harga processor = laptop baru.

6. Adanya hardware baru atau trouble Hardware
Jika ini pemicunya, mungkin ada faktor crashed antara OS dan hardware terutama update baru. Jadi harus install ulang driver atau OS-nya. Tapi jika dipicu oleh hadirnya hardware baru... kemungkinan motherboard yang trouble.

7. Hard disk mengalami bad sector atau unnormally hard drive process.
Faktor ini biasanya disebabkan oleh putaran antara inner dan outer pada har disk yang kacau. Kalau hanya bad sector itu sangat mudah diatasi, hanya resiko hilang data dan tidak bisa kembali. Tapi kalau inner dan outer-nya, maka harus membeli harddisk baru.

Ya.... baru itu analysa yang bisa dilakukan, tunggu saja cara kerja si genius. Tidak akan ada trouble yang tidak mungkin dapat diselesaikan, semua ada jalannya untuk keluar, OPTIMIS.. OPTIMIS...
dan TETAP OPTIMIS.

"JANGAN KEMANA-MANA TETAP DI ANCILLA DOMINI STUDIO, TEMPAT SEMUA SOLUSI DITEMUKAN"